Ahok adalah pemimpin terbaik se-Asia. Ia dinobatkan sebagai “Man of The Year” tahun 2015 oleh majalah Globel Asia. Majalah
ini menelusuri secara detail cara kerja Ahok serta
keberhasilan-keberhasilan yang dicapai sejak menjabat sebagai Anggota
DPRD Belitung dan Bupati Belitung hingga menjabat sebagai Gubernur DKI
Jakarta.
Dalam sejarahnya, belum pernah ada pemimpin yang berani seperti Ahok
dalam menjalankan kebijakan di Ibu Kota Negara. Terlebih Ahok merupakan
minoritas yang keturunan Tionghoa dan beragama Kristen. Padahal,
masyarakat Indonesia bisa dikatakan masih rendah dalam pendidikan
sehingga akan mudah diprovokasi dengan isu-isu Suku, Agama, Ras dan
Antar Golongan. (SARA). Tapi hebatnya semua itu bisa dihadapi Ahok
dengan caranya sendiri.
Dengan berbagai prestasinya, Ahok dicintai warga Ibu Kota. Jika
dilihat, Ahok terkesan agresif, galak, pemarah, ceplas-ceplos, kasar,
namun di balik itu semua ada pesan dan komitmen yang ingin ia tunjukkan
bahwa jangan bermain-main dengan uang rakyat. Ia telah memberantas
korupsi, membelanjakan uang negara sesuai kebutuhan yang jelas, dan
menindak oknum-oknum yang kerap memanipulasi anggaran untuk dialirkan
ke kantong-kantong pribadi para pejabat DKI Jakarta meskipun berbagai
fitnah dan provokasi kebencian ditujukan padanya.Bahkan Banyak orang
yang menolak Ahok, tak sedikit pula yang menolak Ahok lantaran dirinya
merupakan keturunan Tionghoa dan beragama Kristen.Semua itu tidak
membuat Ahok berlaku tidak adil terhadap para pembencinya. Faktanya, ia
membangunan puluhan masjid, musholla dan pengembangan instansi keislaman
di Jakarta. Bahkan ia memberangkatkan puluhan marbut masjid menuju
tanah suci.
Ahok mengungkapkan bahwa bila ada seseorang yang bisa memimpin
lebih baik dari dia berani terbuka, jujur, dan secara nyata membangun
wilayah ke arah yang positif, melindungi uang rakyat dan uang negara
dari kepentingan pribadi atau kelompok, maka Ahok bersedia untuk mundur
atau menyarankan rakyat untuk memilih orang tersebut demi kemajuan
bangsa.
Ahok sudah memberikan perubahan positif. Dengan berbagai
prestasinya, wajar jika masyarakat sangat mencintainya dibanding kepala
daerah lain di Indonesia. Bahkan menurut hasil survei Populi Center,
responden menilai positif kepemimpinan Ahok. Nilai yang diperoleh Ahok
membuatnya menduduki peringkat pertama dari daftar pemimpin daerah
terbaik di Indonesia. Karena itu pada tahun 2015 Ahok dinobatkan
sebagai “Man of The Year” se-Asia versi Globe Asia.
Dari semua prestasi yang telah dicapai Ahok dan semua yang telah
dilakukannya untuk Ibu Kota, terlebih ia merupakan minoritas, rasanya
akan sulit menemukan pemimpin seperti Ahok.
Tags :
Politik
Subscribe by Email
Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments